INI 4 PEMAIN JEBOLAN AKADEMI MADRID YANG MALAH BERSINAR DI KLUB LAIN

Real Madrid sekarang sedang menempuh krisis pemain asli binaan asli mereka. Dalam susunan 11 pemain awal racikan pelatih Zinedine Zidane saja, dari 11 pemain yang rutin diturunkan Zizou –sapaan akrab Zidane, hanya satu pemain yaitu Dani Carvajal saja yang merupakan pemain jebolan akademi Madrid yang masuk menjadi pemain reguler. Setidaknya ada dua faktor yang membuat sulitnya pemain lokal Madrid mencuat ke jajaran 11 pemain awal. BOLA ONLINE

Alasannya, selain kurangnya pemain yang benar-benar berkualitas, banyak pula bintang sepakbola  yang bercokol di skuad utama Madrid sekarang. Padahal jika ukurannya pemain-pemain top, Madrid pernah menghasilkan beberapa pesepakbola yang sayangnya tidak manfaatkan dengan maksimal. hasilnya, pemain-pemain itu justru meraih kesuksesan bersama klub lain. Siapa saja mereka?

  1. Juan Mata (Manchester United)

Mata sudah bergabung dengan Madrid sedari usia 15 tahun atau sejak 2003. Selangkah demi selangkah Mata menunjukan kualitasnya dan naik ke level yang lebih tinggi, namun kerja kerasnya tidak mebuatnya dipanggil ke skuad tim utama. Alhasil pada musimpanas 2007, Mata hengkang ke Valencia yang menawarkan tempat di tim utama mereka. Tanpa banyak pertimbangan, gelandang yang kini berusia 29 tahun itu langsung menerima tawarnan tersebut.

Setelah empat musim (2007-2011) berseragam Valencia, Mata pindah di Chelsea. Bersama Chelsea, Mata menorehkan hasil memukau. Hanya dua setengah musim berada di Stamford Bridge, Mata mempersembahkan tiga trofi, masing-masing satu gelar Piala FA, Liga Champions dan Liga Eropa. Selama membela Chelsea, Mata mengoleksi 32 gol dan 58 assist dari 135 penampilan. Saat ini atau terhitung dari Januari 2014, Mata membela Man United.   BACA JUGA : Tottenham vs Juventus, Harry Kane Selevel dengan Higuain

  1. Saul Niguez (Atletico Madrid)

Saul masuk ke akademi Madrid dalam rentan waktu 2006-2007, atau ketika ia berusia 12-14 tahun. Namun keadaan yang tidak berpihak padanya , ai kerap di bully oleh rekan-rekannya, alhasil Saul pun hengkang dan membela rival sekota Madrid yakni Atletico Madrid. Dengan langkah mantap, Saul perlahan-lahan menunjukan kelasnya sebagai gelandang yang diandalkan. JUDI BOLA

Pada musim 2013-2014 atau ketika usianya 19 tahun, Saul dipinjamkan Atletico ke Rayo Vallecano. Kesempatan tampil sebagai pemain reguler bersama Vallecano tidak disia-siakannya. Hal itu  meningkatkan kepercayaan diri Saul saat kembali ke Atletico. Terhitung sejak 2014-2015, Saul merupakan gelandang andalan Atletico.

Total dari 187 laga bersama Atletico, Saul telah mencetak 26 gol dan 13 assist. Bahkan saat ini Saul merupakan langganan Timnas Spanyol racikan Julen Lopetegui. Pesona Saul saat ini membuat beberapa klub besar Eropa seperti Manchester United memiliki keinginan untuk mendatangkan gelandang berusia 23 tahun itu.

  1. Esteban Cambiasso (Inter Milan)

Cambiasso  adalah anak rantau asal Argentina. Ia pergi ke Kota Madrid pada 1996 di usianya yang baru 16 tahun. Selama dua ia tahun menimba ilmu di akademi Madrid. Melihat Cambiasso memiliki potensi, Madrid tak ingin menjual gelandang berkepala plontos itu. Dalam kurun 1998-2002, Cambiasso dipinjamkan Madrid ke Independiente dan River Plate. BACA JUGA : TERUNGKAP! INI 3 CALON PENGGANTI ARSENE WENGER

Kemudian pada 2002, Cambiasso masuk ke skuad utama Madrid. Selama dua musim membela Madrid (2002-2004), Cambiasso tampil di 67 pertandingan danmenorehkan satu gol dan satu assist. Pada akhirnya di musim panas 2004, Cambiasso dijual Madrid ke Inter Milan.

Bersama Inter, Cambiasso menemukan puncak kariernya. Selama 10 musim (2004-2014) membela Inter, Cambiasso memberikan 15 trofi bagi publik Stadion Giuseppe Meazza, termasuk treble winner pada 2009-2010. Cambiasso sendiri sudah memutuskan pensiun di akhir musim 2016-2017.

1.Samuel Eto’o (Barcelona dan Inter Milan)

Eto’o menimba ilmu di akademi Madrid pada musim panas 1998, atau ketika ia menginjak usia 16 tahun. Namun, dalam sebuah wawancara beberapa tahun yang lalu, Eto’o mengaku tidak diperlakukan secara baik oleh Madrid. Akhirnya  pada musim panas 2000, Eto’o hengkang dari  Madrid untuk bergabung dengan Real Mallorca. PASTI UNTUNG

Setelah tampil memukau bersama Mallorca, Eto’o didaratkan Barcelona pada 2004. Bersama Barcelona Eto’o tampil luar biasa. Dalam kurun 2004-2009, Eto’o mengemas 130 gol dari 198 penampilan. Ia pun berperan besar saat Barcelona meraih trofi Liga Champions 2005-2006 dan 2008-2009.

Ternyata, kehebatan Eto’o tak hanya bertuah dengan Barcelona. Pada 2009 ia memutuskan hengkang ke Inter. Secara luar biasa, di tahun pertama berada di Kota Milan, Eto’o langsung mengantarkan Inter meraih treble winner. BACA JUGA : Ini Daftar Tukang Jagal Terbanyak di Liga Champions

 

Prediksi Bola Togel Singapura