MENYOROT DUA DUEL BIG MATCH DI PEREMPAT LIGA CHAMPIONS

MENYOROT DUA DUEL BIG MATCH DI PEREMPAT LIGA CHAMPIONS

Liga Champions telah memasuki babak perempat final. Akan tersaji dua pertain yang menjadi sorotan publim dalam babak ini.

Tentunya duel antara Juventus melawan Real Madrid menjadi layak untuk dinanti. Maklum, laga ini akan menjadi ulangan final Liga Champions musim lalu. BOLA ONLINE

Pada waktu itu Real Madrid melibas Juventus dengan skor 4-1, hal ini sekaligus membawa Los Galacticos meraih gelar Liga Champions ke-12.

Namun tidak ada jaminan hal serupa akan terjadi dimusim ini. Terlebih pertandingan akan dilaksanakan dalam dua leg. Kedua tim mempunyai keuntungannya sendiri.

Performa Real Madrid sendiri sedang menurun. Sebaliknya, Juventus tetap konsisten dan akan tampil tanpa beban.  BACA JUGA : TERANCAM HAMPA GELAR, MU CUCI GUDANG PEMAIN

Komentar Allegri JUDI BOLA

“Akan ada dua pertandingan yang luar biasa melawan Madrid. Jika kami bermain baik dan cukup beruntung, kami akan bisa lolos ke semifinal. Kalau kami gagal, ya kami akan pulang. Kami harus bangga karena saat ini sudah bisa masuk sebagai salah satu dari delapan tim terbaik Eropa,” ujar pelatih Juventus, Massimilliano Allegri seperti dilansir Football Italia.

“Musim lalu, kami mengalahkan Barcelona di perempat final, mungkin kali ini kami juga bisa lolos. Seperti yang saya katakan tiga hari lalu, Real Madrid adalah unggulan juara Liga Champions. Jika kami bisa menang, kebahagiaan saya akan dua kali lipat” ujarnya.

Catatan sejarah menunjukkan, Real Madrid ‘tak berdaya’ jika bersua Juventus pada fase knock-out. El Real selalu tereliminasi saat empat kali berjumpa Juventus.

Catatan itu membuat Madrid perlu menyusun strategi terbaik agar dapat bermain lebih leluasa kala menghadapi si nyonya tua. Setidaknya, Real Madrid wajib mendapatkan hasil memuaskan saat tandang ke Allianz Stadium.

Fakta lain yang harus menjadi pertimbangan Real Madrid adalh Juventus hanya menelan dua kali kekalahan dari total delapan pertemuan terakhir di pentas Liga Champions. Kemenangan terakhir EL Real terjadi pada final Liga Champions musin lalu, mereka unggul 4-1 di Cardiff. FREEBET

“Juventus merupakan rival yang sulit dihadapi. Mereka merupakan klub bersejarah di Eropa dan pastinya bakal membuat hidup kami menjadi sulit,” ucap striker Madrid, Lucas Vazquez, dikutip dari Football Italia.

“Namun, Real Madrid ingin melakukan hal yang benar. Kami ingin melewati sistem gugur ini juga,” kata pemain asal Spanyol itu menambahkan.

Big Match Lainnya

BACA JUGA : MODRIC DIKABARKAN AKAN MENDARAT KE ARSENAL

Laga lain yang layak dinantikan adalah pertemuan Liverpool VS Manchester City. Keduanya merupakan klub ternama di tanah Inggris, terutama City yang tampil luar biasa di beberapa musim terakhir.

Meski demikian, Liverpool merupakan klub dengan sejarah panjang di Eropa. The Reds telah menjuarai Liga Champions sebanyak lima kali.

Sementara bagi City, prestasi terbaik mereka di Liga Champions hanyalah menembus semifinal. Tepatnya saat kalah melawan Real Madrid.

BACA JUGA : RYAN GIGGS : CITY BELUM BISA DISEJAJARKAN DENGAN MU, ARSENAL DAN CHELSEA

“Saya tak mengharapkan apa pun, tak menginginkan apa pun. Saya tidak berpikir akan bagus di Liga Champions untuk menghadapi tim dari negara yang sama, tapi inilah yang terjadi,” kata manajer Liverpool, Jurgen Klopp. JUDI BOLA

“Tentunya ini adalah hasil undian yang menjadi idaman bagi seluruh fans Manchester United,” ujar manajer asal Jerman tersebut dengan nada bergurau.

Tentu layak ditunggu hasil laga kedua big match ini. Yang jelas, jika bisa melewati adangan lawannya, maka langkah untuk juara semakin mudah.

INI 4 PEMAIN JEBOLAN AKADEMI MADRID YANG MALAH BERSINAR DI KLUB LAIN

INI 4 PEMAIN JEBOLAN AKADEMI MADRID YANG MALAH BERSINAR DI KLUB LAIN

Real Madrid sekarang sedang menempuh krisis pemain asli binaan asli mereka. Dalam susunan 11 pemain awal racikan pelatih Zinedine Zidane saja, dari 11 pemain yang rutin diturunkan Zizou –sapaan akrab Zidane, hanya satu pemain yaitu Dani Carvajal saja yang merupakan pemain jebolan akademi Madrid yang masuk menjadi pemain reguler. Setidaknya ada dua faktor yang membuat sulitnya pemain lokal Madrid mencuat ke jajaran 11 pemain awal. BOLA ONLINE

Alasannya, selain kurangnya pemain yang benar-benar berkualitas, banyak pula bintang sepakbola  yang bercokol di skuad utama Madrid sekarang. Padahal jika ukurannya pemain-pemain top, Madrid pernah menghasilkan beberapa pesepakbola yang sayangnya tidak manfaatkan dengan maksimal. hasilnya, pemain-pemain itu justru meraih kesuksesan bersama klub lain. Siapa saja mereka?

  1. Juan Mata (Manchester United)

Mata sudah bergabung dengan Madrid sedari usia 15 tahun atau sejak 2003. Selangkah demi selangkah Mata menunjukan kualitasnya dan naik ke level yang lebih tinggi, namun kerja kerasnya tidak mebuatnya dipanggil ke skuad tim utama. Alhasil pada musimpanas 2007, Mata hengkang ke Valencia yang menawarkan tempat di tim utama mereka. Tanpa banyak pertimbangan, gelandang yang kini berusia 29 tahun itu langsung menerima tawarnan tersebut.

Setelah empat musim (2007-2011) berseragam Valencia, Mata pindah di Chelsea. Bersama Chelsea, Mata menorehkan hasil memukau. Hanya dua setengah musim berada di Stamford Bridge, Mata mempersembahkan tiga trofi, masing-masing satu gelar Piala FA, Liga Champions dan Liga Eropa. Selama membela Chelsea, Mata mengoleksi 32 gol dan 58 assist dari 135 penampilan. Saat ini atau terhitung dari Januari 2014, Mata membela Man United.   BACA JUGA : Tottenham vs Juventus, Harry Kane Selevel dengan Higuain

  1. Saul Niguez (Atletico Madrid)

Saul masuk ke akademi Madrid dalam rentan waktu 2006-2007, atau ketika ia berusia 12-14 tahun. Namun keadaan yang tidak berpihak padanya , ai kerap di bully oleh rekan-rekannya, alhasil Saul pun hengkang dan membela rival sekota Madrid yakni Atletico Madrid. Dengan langkah mantap, Saul perlahan-lahan menunjukan kelasnya sebagai gelandang yang diandalkan. JUDI BOLA

Pada musim 2013-2014 atau ketika usianya 19 tahun, Saul dipinjamkan Atletico ke Rayo Vallecano. Kesempatan tampil sebagai pemain reguler bersama Vallecano tidak disia-siakannya. Hal itu  meningkatkan kepercayaan diri Saul saat kembali ke Atletico. Terhitung sejak 2014-2015, Saul merupakan gelandang andalan Atletico.

Total dari 187 laga bersama Atletico, Saul telah mencetak 26 gol dan 13 assist. Bahkan saat ini Saul merupakan langganan Timnas Spanyol racikan Julen Lopetegui. Pesona Saul saat ini membuat beberapa klub besar Eropa seperti Manchester United memiliki keinginan untuk mendatangkan gelandang berusia 23 tahun itu.

  1. Esteban Cambiasso (Inter Milan)

Cambiasso  adalah anak rantau asal Argentina. Ia pergi ke Kota Madrid pada 1996 di usianya yang baru 16 tahun. Selama dua ia tahun menimba ilmu di akademi Madrid. Melihat Cambiasso memiliki potensi, Madrid tak ingin menjual gelandang berkepala plontos itu. Dalam kurun 1998-2002, Cambiasso dipinjamkan Madrid ke Independiente dan River Plate. BACA JUGA : TERUNGKAP! INI 3 CALON PENGGANTI ARSENE WENGER

Kemudian pada 2002, Cambiasso masuk ke skuad utama Madrid. Selama dua musim membela Madrid (2002-2004), Cambiasso tampil di 67 pertandingan danmenorehkan satu gol dan satu assist. Pada akhirnya di musim panas 2004, Cambiasso dijual Madrid ke Inter Milan.

Bersama Inter, Cambiasso menemukan puncak kariernya. Selama 10 musim (2004-2014) membela Inter, Cambiasso memberikan 15 trofi bagi publik Stadion Giuseppe Meazza, termasuk treble winner pada 2009-2010. Cambiasso sendiri sudah memutuskan pensiun di akhir musim 2016-2017.

1.Samuel Eto’o (Barcelona dan Inter Milan)

Eto’o menimba ilmu di akademi Madrid pada musim panas 1998, atau ketika ia menginjak usia 16 tahun. Namun, dalam sebuah wawancara beberapa tahun yang lalu, Eto’o mengaku tidak diperlakukan secara baik oleh Madrid. Akhirnya  pada musim panas 2000, Eto’o hengkang dari  Madrid untuk bergabung dengan Real Mallorca. PASTI UNTUNG

Setelah tampil memukau bersama Mallorca, Eto’o didaratkan Barcelona pada 2004. Bersama Barcelona Eto’o tampil luar biasa. Dalam kurun 2004-2009, Eto’o mengemas 130 gol dari 198 penampilan. Ia pun berperan besar saat Barcelona meraih trofi Liga Champions 2005-2006 dan 2008-2009.

Ternyata, kehebatan Eto’o tak hanya bertuah dengan Barcelona. Pada 2009 ia memutuskan hengkang ke Inter. Secara luar biasa, di tahun pertama berada di Kota Milan, Eto’o langsung mengantarkan Inter meraih treble winner. BACA JUGA : Ini Daftar Tukang Jagal Terbanyak di Liga Champions

 

Prediksi Bola Togel Singapura